|
Sepeda Motor Yamaha Otomatis ngak bertenaga? Untuk membuktikan masalah ini, pada tanggal 22 September 2007 kami team dari Bursa Motor Yamaha Kabanjahe melakukan Uji Coba 3 Unit Sepeda Motor Yamaha Mio CW, Mio Soul, dan Yamaha Jupiter MX untuk menaikki gunung yang ada di dataran tinggi karo. Yaitu yang di kenal dengan Gunung SIbayak.
Selama perjalanan kami sama sekali tidak mengalami kendala dalam hal melaksanakan perjalanan pendakian gunung sibayak melalui jalan yang dikenal dengan nama sibayak dua.
Sepeda motor yamaha yang kami bawa hanyalah sepeda motor Yamaha dalam bentuk stadar, tidak ada penambahan ataupun modifikasi tertentu untuk meningkatkan performana kerja mesin sepeda motor Yamaha. Setelah Melalui beberapa check ringan sepeda motor, terutama pada kondisi ban dan tekanan angin, maka kam pun siap untuk berangkat menuju ke kaki gunung sibayak melalui jalan menuju ke arah gundaling. Pada Awal mula perjalanan, dari Bengkel Resmi sepeda Motor Yamaha yang terletak di Jl. Jamin Ginting simpang ujung aji Km1 -berastagi menuju melewati Kota Wisata Berastagi, tiba-tiba hujanpun tidak kompromi, hujan mulai turun rintik-rintik. Namun Hal ini tidak memudarkan team untuk melakukan ekspedisi mendaki gunung sibayak dengan sepeda motor Yamahanya. Para peserta berhenti sejenak dahulu pada SPBU dekat tuju perjuangan Berastagi. Namun setelah Para Peserta Hendak Melanjutkan Perjalannya, langit kelihatan semakin terang, artinya gerimispun jadi hilang. Para Team Kemudian start dari SPBU melewati pasar buah menuju bukit. Sampai di Hotel Sibayak Berastagi, Para Peserta Ambil Jalur sebelah kanan melewati jalan sibayak dua. Jalan yang di tempu, semakin lama semakin kecil dengan tingkat pendakian yang semakin menantang. Namun perserta tetap saja santai melewati tanjakan demi tanjakan, walaupun ada beberapa ruas jalan yang masih bebatuan.
Namun ada beberapa ruas jalan menuju puncak gunung sibayak yang agak rawan dengan kecelaan, sehingga para peserta jalan dengan extra hati-hati ditambah dengan jalan yang agak basah. Tak lama kemudian para peserta telah sampai pada puncak gunung sibayak yang bisa dilalui dengan sepeda motor. di sinilah para peserta mengambil dokumentasi. Kemudian setelah beberapa saat menghirup udara segar pada puncak gunung sibayak, akhirnya para peserta kembali ke kota berastagi. Untuk perjalanan pulang ini, para perserta menyadari akan bahaya tingkat terjal dari gunung sibayak. Para peserta menjalankan sepeda motor mereka dengan perlahan-lahan khususnya pada beberapa tikungan terjal yang dijumpainya pada saat kembali ke kota berastagi. |